Industri kreatif Sulsel dilirik mancanegara

MAKASSAR. Kepala Bidang Industri Alat Transportasi Ekonomi dan Aneka (IATEA) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan Meyke NS, mengatakan produk industri kreatif Sulsel mulai dilirik pasar mancanegara.

“Hal ini dapat terlihat dari adanya produk industri kreatif yang diekspor secara langsung dalam jumlah yang besar, meskipun pasarnya belum kontinyu,” kata Meyke di Makassar, Senin (24/10).

Beberapa produk industri kreatif yang menembus pasar mancanegara antara lain anyaman lontar dari Takalar yang diekspor ke Perancis, dan tenun Toraja ke Belanda.

Menurut Meyke, beberapa daerah yang potensial untuk pengembangan industri kreatif, antara lain Toraja dan Toraja Utara, Wajo, Soppeng, Enrekang, Bulukumba, Luwu Timur, Sidrap, Pinrang, Bantaeng, Jeneponto, Takalar dan Makassar.

Pihaknya, kata dia, juga terus mendorong berkembangnya industri kreatif seperti desain, fashion, kerajinan, serta layanan komputer dan piranti lunak, yang menjadi wilayah kerja Disperindag.

“Khusus untuk produk Fashion, kita sangat terbantu karena Sulsel memang memiliki tenun tradisional seperti sutra Wajo, atau tenun Toraja,” tambahnya.

Menurut dia, Sulsel kaya dengan potensi sumber daya alam, sayangnya produk yang ada di pasar kurang melahirkan ide-ide yang baru.

“Penciptaan produk kreatif yang inovatif, dan lebih menyesuaikan dengan kemauan pasar, ini harus terus didorong,” ucapnya.

Sementara untuk pengembangan industri kreatif di bidang IT, pihaknya berupaya melakukan pembinaan kepada anak-anak muda yang bergerak di bidang IT, baik di bidang desain, IT programmer, maupun web programmer.

“Nantinya akan dibuat sebuah wadah dalam bentuk inkubator IT yang bertujuan untuk mewujudkan technopark di Sulsel,” pungkasnya.

sumber : kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *